Thailand dan Cerita Tentangnya – (1)

Travel often, getting lost will help you find yourself. Kalimat itu mungkin sudah tidak asing bagi setiap traveler atau bagi mereka yang suka melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Karena memang dengan melakukan perjalanan dan ‘tersesat’ kita akan menemukan siapa diri kita sebenarnya dan mengetahui kelebihan serta kekurangan yang kita miliki. Selain itu merupakan suatu hal yang pasti didapatkan ketika melakukan sebuah perjalanan atau traveling adalah pengalaman yang tak ternilai harganya. Maka pengalaman menarik itulah yang ingin saya tuliskan di tulisan kali ini.

IMG_0451

Bandara Suvarnabhumi dan tulisan Thailand yang unik.

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan sebuah perjalanan yang cukup singkat dan penuh kisah yang menarik. Perjalanan itu ke sebuah negara bernama Thailand. Thailand merupakan negara yang cukup unik, kenapa unik? Karena huruf-huruf yang masyarakat Thailand gunakan dalam tulisan mereka saja sangatlah unik, walaupun Turki juga memiliki tulisan yang unik namun tulisan di negara tersebut masih dapat dibaca oleh orang awam, namun di Thailand mungkin hanya orang Thailand yang dapat membaca tulisan mereka dan juga orang-orang non-Thailand yang belajar bahasa Thailand, itu opini saya. Saya sebagai orang Indonesia cukup kebingungan untuk berkomunikasi dengan masyarakat Thailand, disamping tulisan yang sulit dimengerti ternyata tidak semua masyarakat Thailand pandai berbahasa asing karena mereka menggunakan bahasa Thailand dalam kesehariannya. Maka selain tulisan, bahasa juga merupakan suatu masalah bagi saya.

Sore itu, pesawat yang saya naiki mendarat di Thailand, maka ketika itu saya pikir disinilah pengalaman menarik itu akan dimulai. Segera saya mengambil ransel dan melangkah keluar menuju bandara Suvarnabhumi, sedikit kaget ternyata bandaranya cukup luas karena mungkin saya bandingkan dengan bandara Soekarno-Hatta yang tidak seluas itu. Awalnya saya ingin mengelilingi bandara yang luas tersebut, namun pada akhirnya itu tidak jadi dan saya memutuskan untuk menjelajahi transportasi yang dimiliki Thailand menuju pusat kota. Setelah bertanya ke bagian informasi yang ada di bandara, akhirnya saya mencoba untuk naik subway atau kereta bawah tanah yang berada di lantai dasar bandara. Ketika sampai di lantai dasar, saya membeli tiket yang ternyata berupa koin dan menunggu kereta tersebut datang pada waktu yang telah dijadwalkan.

IMG_0548

BTS. Kereta yang merupakan salah satu transportasi umum di Thailand.

Sebelum menaiki kereta itu, saya bertemu serta berkenalan dengan seorang turis sama seperti saya, namun yang berbeda dia berasal dari Meksiko. Dia sangat terkesan ketika saya dapat menyebutkan namanya dengan baik padahal kebanyakan teman-temannya di Meksiko kesulitan menyebutnya karena terdapat huruf R dalam namanya. Dia bernama Jorge. Saya juga terkesan dengan dirinya karena suatu hal, bahwa dia telah menyiapkan rencana traveling yang sedang dia jalani saat itu sejak dua tahun yang lalu, selain itu dia rela menjual mobilnya di Meksiko dan menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk bekal traveling ke beberapa negara yang ingin dia kunjungi. Saya sangat terkesan dengan pengalaman traveling-nya yang cukup banyak, dia pernah ke Hongkong, China, setelah dari Thailand dia akan ke Kamboja, dan negara-negara lain yang telah dia rencanakan sejak lama. Ketika kereta stop di stasiun tempat pemberhentian saya, maka berakhirlah percakapan saya dengan dia dan saat itu juga saya membayangkan bahwa semoga Meksiko dapat saya kunjungi suatu saat nanti. Teman saya itu akan stop di stasiun Phaya Thai, sedangkan saya stop di stasiun Ratchaprarop, stasiun sebelum stasiun Phaya Thai.

Keesokan harinya setelah beristirahat untuk meregangkan badan yang cukup lelah karena duduk berjam-jam dalam perjalanan. Saya melanjutkan perjalanan untuk menjelajahi kota Thailand. Sebelum saya pergi, saya masih mengingat pengalaman saya naik subway di Thailand, di subway tersebut banyak anak muda mengenakan kemeja putih dan celana hitam atau rok hitam, saya bingung melihat itu semua. Nanti saya ceritakan siapa mereka dan mengapa mereka berpakaian seperti itu di tulisan berikutnya.

Pagi itu, saya mengunjungi sebuah kuil bernama Wat Traimit. Namun, sebelum saya sampai di kuil tersebut banyak cerita menarik sepanjang perjalanan saya menuju kuil. Saya melewati sebuah tempat yang cukup luas dimana tempat tersebut bernama China Town, ternyata bukan hanya di Indonesia ada China Town, di Thailand pun ada. Seperti yang tertera di namanya, tempat itu merupakan tempat tinggal orang-orang China atau Chinese di Thailand, masyarakat Thailand sendiri sangat yakin bahwa masyarakat China Thailand lah yang menggerakan perekonomian di Thailand saat ini, bahkan di dunia. Terlihat banyak sekali bisnis yang berdiri di sekitar China Town. Jika kita ingin mengupas lebih dalam siapakah orang terkaya di Thailand, itu adalah orang China. Raja Thailand pun merupakan seorang yang sederhana dan tidak sekaya orang China tersebut. Memang tanah yang mereka anggap China Town saat ini merupakan tanah milik Raja Thailand, namun orang China di Thailand telah menyewa tanah itu per-tahun dengan harga yang cukup murah. Terus bagaimana kehidupan Raja Thailand sebenarnya? Akan saya bahas nanti.

IMG_0563

Terlihat bangunan kuil bersejarah Wat Traimit dari depan.

IMG_0343

Patung Budha yang satu ini terbuat dari emas.

Kuil yang bernama Wat Traimit sudah dianggap sebagai ikon wisata di Thailand karena patung Budha yang ada di dalam kuil tersebut. Menurut sejarah yang diyakini masyarakat Thailand, tidak ada yang mengetahui pasti bagaimana patung Budha tersebut bisa berada di kuil Wat Traimit. Patung Budha tersebut terbuat dari emas seberat 5,5 ton dan katanya patung tersebut merupakan satu-satunya patung Budha yang terbuat dari emas di dunia. Tepat di seberang kuil tersebut terdapat kuil lainnya, namun kuil ini tergolong seperti kuil pada umumnya, hanya saja kuil tersebut merupakan kuil yang sering digunakan penganut Budha dari China.

IMG_0368

Saya sendiri menemukan fenomena yang cukup aneh ketika berkunjung ke kuil-kuil yang ada di sekitar kuil Wat Traimit, saya melihat seorang biksu yang duduk di panggung yang tidak terlalu tinggi membacakan mantra-mantra kepada pasangan turis, mengikatkan seutas tali di pergelangan masing-masing turis tersebut serta mendo’akannya. Ini pemandangan yang cukup unik bagi saya, pada akhirnya ada seorang Thailand mengatakan kepada saya bahwa biksu tersebut sedang menjadi middle-man antara pasangan turis tersebut kepada Budha, sehingga dengan adanya biksu diharapkan pasangan turis tersebut mendapatkan berkah dari sang Budha, oh jadi begitu. Selain itu, di sekitar kuil juga terdapat para penjual souvenir seperti halnya senantiasa kita temukan di tempat wisata, akan tetapi ada sebuah patung yang menarik perhatian saya ketika melihat-lihat souvenir, patung itu adalah patung seorang anak kecil yang botak, berpakaian menyerupai biksu dan tak lupa berpose sedang tersenyum, maka saya langsung tertarik mengabadikan foto saya dengan patung lucu itu.

IMG_0396

Reclining Budha, Budha dalam posisi terbaring yang menarik di Thailand.

Setelah merasa cukup lelah berkeliling di kuil Wat Traimit, saya langsung pergi ke tempat lain yang tak lain itu juga merupakan sebuah kuil. Di kuil ini patung Budha yang ada di dalamnya memang tidak terbuat dari emas seperti yang saya temukan di kuil sebelumnya. Di dalam kuil tersebut terdapat patung Budha yang disebut dengan Emerald Budha, mengapa Emerald Budha? Karena patung Budha itu diukir dari sebuah batu giok dan merupakan citra Budha dalam posisi sedang meditasi. Di belakangnya tepat terdapat kuil lain yang bernama Wat Pho, kuil yang satu ini cukup besar, kenapa? Karena di dalamnya terdapat patung Budha berukuran panjang 46 meter dan tinggi 15 meter, uniknya patung Budha satu ini merupakan patung Budha yang sedang berbaring. Bisa dibayangkan betapa besarnya patung itu bukan?

Sungguh wajar jika tempat-tempat wisata di Thailand mayoritas berupa kuil-kuil, kuil-kuil yang unik dan luar biasa seperti yang saya ceritakan di atas mungkin akan jarang kita temukan atau bahkan tidak ada di negara lain, terkecuali di Negara Nepal mungkin. Negara Thailand sangat berbeda dengan Indonesia. Jika di Indonesia mayoritas agama yang dianut adalah islam, lain halnya dengan Thailand. Di Thailand, 95 persen masyarakatnya menganut agama Budha, 4 persen masyarakatnya menganut agama Islam dan 1 persen agama lainnya. Maka wajar jika Thailand juga memiliki sebutan City of Temple.

To be continued..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s